Senin, 16 Desember 2013

Pidato Bahasa Indonesia Tentang tahun Baru

Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh.....                                                 
Segala Puji milik Allah SWT yang telah melimpahkan Nikmat yang begitu berharga,nikmat Iman dan Islam. Shalawat dan salam selamanya semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW semoga syafaat nya menaungi kita di hari pembalasan kelak ,aamin.
Saudara ku seperjuangan, mengenai  tahun  baru  ini  saya ingin memaparkan tentang perayaan tahun baru yang selalu di sambut oleh banyak kalangan, Manusia di berbagai negeri sangat antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walau sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun. Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut? Apakah mengikuti dan merayakannya
diperbolehkan?
Saudaraku, perlu  kita ketahui terlebih dahulu  tentang sejarah perayaan tahun baru yang hingga sekarang seakan
mendarah daging di kalanagan masyarakat di semua lapisan, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi).
 Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang kafir.
Secara lebih rinci, berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun baru masehi.
1.       Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan 'Ied (Perayaan) yang Haram
2.      Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh (Meniru-niru) Orang Kafir    
3.      Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
4.      Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang Jelas Bukan Ajaran Islam
5.      Meninggalkan Shalat Lima Waktu
6.      Begadang Tanpa Ada Hajat
7.      Terjerumus dalam Zina
8.     Mengganggu Kaum Muslimin
9.      Melakukan Pemborosan yang Meniru Perbuatan Setan
10.  Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Dengan ini mari kita ambil pelajaran bahwasanya perayaan tahun baru merupakan suatu perayaan yang bukan berasal dari Islam, Ied atau perayaan tersendiri bagi Umat Islam adalah di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, bukan di pergantian tahun, semoga amal Ibadah kita diterima oleh Allah dan semua Dosa kita mendapat pengampunan dari Sang Maha Pengampun, Akhir Kata, sebuah kesimpulan apabila kita bertemu dengan tahun yang baru, hendaknya kita memperbanyak Mengucap syukur dan minta Ampun kepada Allah, mengucap syukur atas nikmat yang masih di berikan hingga dapat bertemu dengan tahun yang baru, dan memohon ampun atsa Dosa yang kita perbuat di tahun sebelumnya, semoga dapat bermanfaat, terimakasih atas perhatian, dan mohon maaf atas kata yang diucapkan,

Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh



0 komentar:

Posting Komentar

Design by BlogSpotDesign | Ngetik Dot Com