.jpg)
Assalamualaikum warrahmatullahi
wabarakatuh.....
Segala Puji milik Allah SWT yang
telah melimpahkan Nikmat yang begitu berharga,nikmat Iman dan Islam. Shalawat
dan salam selamanya semoga tercurah kepada Nabi Muhammad SAW semoga syafaat nya
menaungi kita di hari pembalasan kelak ,aamin.
Saudara ku
seperjuangan, mengenai tahun baru ini saya
ingin memaparkan tentang perayaan tahun baru yang selalu di sambut oleh banyak
kalangan, Manusia di berbagai negeri sangat
antusias menyambut perhelatan yang hanya setahun sekali ini. Hingga walau
sampai lembur pun, mereka dengan rela dan sabar menunggu pergantian tahun.
Namun bagaimanakah pandangan Islam -agama yang hanif- mengenai perayaan tersebut?
Apakah mengikuti dan merayakannya
diperbolehkan?
diperbolehkan?
Saudaraku, perlu
kita ketahui terlebih dahulu tentang sejarah perayaan tahun baru yang hingga
sekarang seakan
mendarah daging di kalanagan masyarakat di semua lapisan, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi).
mendarah daging di kalanagan masyarakat di semua lapisan, Tahun Baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari 45 SM (sebelum masehi).
Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan
sebagai kaisar Roma, ia memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional
Romawi yang telah diciptakan sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender
baru ini, Julius Caesar dibantu oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari
Iskandariyah, yang menyarankan agar penanggalan baru itu dibuat dengan
mengikuti revolusi matahari, sebagaimana yang dilakukan orang-orang Mesir. Satu
tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365 seperempat hari dan
Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun 46 SM dimulai pada 1
Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat tahun, satu hari
ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa menghindari
penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar terbunuh di
tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya, yaitu Julius
atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama pengganti Julius
Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.[1]
Dari sini
kita dapat menyaksikan bahwa perayaan tahun baru dimulai dari orang-orang kafir
dan sama sekali bukan dari Islam. Perayaan tahun baru terjadi pada pergantian
tahun kalender Gregorian yang sejak dulu telah dirayakan oleh orang-orang
kafir.
Secara lebih
rinci, berikut adalah beberapa kerusakan yang terjadi seputar perayaan tahun
baru masehi.
1.
Merayakan Tahun Baru Berarti Merayakan
'Ied (Perayaan) yang Haram
2.
Merayakan Tahun Baru Berarti Tasyabbuh
(Meniru-niru) Orang Kafir
3. Merekayasa Amalan yang Tanpa Tuntunan di Malam Tahun Baru
4.
Mengucapkan Selamat Tahun Baru yang
Jelas Bukan Ajaran Islam
5.
Meninggalkan Shalat Lima Waktu
6.
Begadang Tanpa Ada Hajat
7.
Terjerumus dalam Zina
8.
Mengganggu Kaum Muslimin
9.
Melakukan Pemborosan yang Meniru
Perbuatan Setan
10. Menyia-nyiakan Waktu yang Begitu Berharga
Dengan ini
mari kita ambil pelajaran bahwasanya perayaan tahun baru merupakan suatu
perayaan yang bukan berasal dari Islam, Ied atau perayaan tersendiri bagi Umat
Islam adalah di Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha, bukan di pergantian tahun,
semoga amal Ibadah kita diterima oleh Allah dan semua Dosa kita mendapat
pengampunan dari Sang Maha Pengampun, Akhir Kata, sebuah kesimpulan apabila
kita bertemu dengan tahun yang baru, hendaknya kita memperbanyak Mengucap
syukur dan minta Ampun kepada Allah, mengucap syukur atas nikmat yang masih di
berikan hingga dapat bertemu dengan tahun yang baru, dan memohon ampun atsa Dosa
yang kita perbuat di tahun sebelumnya, semoga dapat bermanfaat, terimakasih
atas perhatian, dan mohon maaf atas kata yang diucapkan,
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
Wassalamualaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh
0 komentar:
Posting Komentar